May 2017 - Nusantara Renewable Energy Club

Post Top Ad

Thursday, May 25, 2017

LEGO Mencapai Target Energi Terbarukan 100% lebih cepat 3 Tahun

May 25, 2017 0
LEGO merupakann salah satu brand mainan anak-anak terbesar dari negara skandinavia, Denmark. Jualan utama mereka tentunya mainan bata susun yang menghibur sekaligus meransang kerja otak anak-anak di berbagai belahan dunia.

Laman situs berita positif energi terbarukan, cleantechnica.com, menyampaikan bahwa LEGO Group, perusahaan induk yang memproduksi mainan ternama dan telah beberapa kali di-film-kan tersebut telah mencapai target mereka untuk membangkitkan listrik dari energi terbarukan sejumlah energi yang mereka pakai. Capaian ini lebih cepat 3 tahun dari target mereka yang dicanangkan pada 2012 yang lalu.

Laman resmi LEGO Group sendiri juga menulis bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras selama 4 tahun dengan investasi 6 Miliar Krone Denmark. Capaian itu terealiasasi pada Mei 2017 ini karena telah beroperasinya Ladang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Lepas Pantai Burbo Bank Extension dengan kapasitas 258 MW yang terletak di lepas pantai Liverpool, Inggris. Ladang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Lepas Pantai Burbo Bank Extension dimiliki oleh Joint Venture antara DONG Energy, PKA, dan KIRKBI A/S, yang merupakan perusahaan induk dari LEGO Group.

Secara total, Lego Group telah "memiliki" 160 MW Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan dan kedepan LEGO Group membangun 20.000 Panel Matahari di pabrik mereka yang sedang dibangun di Jiaxing, Tiongkok dan akan menghasilkan listrik hampir 6 GWh pertahunnya.

Bali Padda, CEO LEGO Group, menyampaikan bahwa mereka sangat bersyukur dengan telah beroperasinya Ladang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Lepas Pantai Burbo Bank Extension dan akan tetap berkomitmen untuk mengembangkan energi terbarukan untuk membantu menciptakan masa depan yang lebih baik.

Untuk merayakan beroperasinya Ladang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Lepas Pantai Burbo Bank Extension, LEGO Group membangun LEGO Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dengan tinggi 7,5 meter dengan menggunakan 146.000 bata LEGO.  LEGO PLTB ini dibuat untuk menginspirasi anak-anak di dunia tentang pentingnya isu-isu lingkungan dan mengembangkan ide-ide mereka sendiri tentang energi terbarukan.

Langkah luar biasa dari LEGO Group untuk menginspirasi anak-anak di dunia untuk lebih peduli lingkungan dan lebih peduli pada energi terbarukan.

sumber:
https://www.lego.com/en-gb/aboutus/news-room/2017/may/100-percent-renewable-milestone

pemilik gambar:
https://cleantechnica.com/2017/05/18/lego-group-reaches-100-renewable-energy-target-three-years-ahead-schedule/
Read More

Thursday, May 18, 2017

Energi Surya Masa Depan Afrika

May 18, 2017 0


Hal tersebut diungkapkan oleh Jo Dean, the South African Solar Photovoltaic Committee chairperson di  Power & Electricity World Africa 2017 Johannesburg beberapa waktu yang lalu seperti yang dilaporkan renewableenergyworld.com. Beliau menyampaikan selama 2016, 100 MW pembangkit listrik tenaga surya skala kecil di bangun di wilayah Afrika Selatan. Nilai tersebut 100% lebih banyak dari capaian pada tahun 2015.

Dia juga yakin kapasitas pembangkit listrik tenaga surya di Afrika Selatan akan menjadi 100 GW pada 5 tahun sampai 10 tahun mendatang melalui private power purchase agreements. Yang akan menjadi tantangan selain masalah klasik pendanaan adalah masalah teknikal dimana kurangnya tenaga teknis mengerti dan bisa melaksanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Afrika Selatan.

Negara-negara di Afrika setiap tahunnya menghabiskan belanja mereka untuk batubara, kerosin, dan lilin sebesar 10 Miliyar Dolar AS. Dengan majunya teknologi pembangkit listrik tenaga surya serta penggunaan yang makin baik, mereka akan menghemat banyak dana dan kontribusi untuk Bumi yang lebih baik.

Kondisi di Indonesia sebenarnya jauh lebih baik dari pada Afrika secara garis besar, Indonesia juga memiliki target pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya dalam beberapa tahun ke depan. Namun jika dibandingkan dengan target Afrika Selatan, bahkan India, nilai itu bisa jauh lebih.

sumber dan hak milik gambar:
http://www.renewableenergyworld.com/articles/2017/05/why-the-future-of-africa-lies-in-solar-power.html
Read More

Tuesday, May 16, 2017

PARKIR MOBIL MENJADI PRODUKTIF DENGAN PEMASANGAN PLTS DI AUSTRALIA

May 16, 2017 0
Sebuah pusat perbelanjaan di Northam, Australia Barat, merenovasi lahan parkir mobil mereka dengan memasangkan modul surya sebagai pelindung mobil dibawahnya. Laman berita onestepoffthegrid.com.au melaporkan bahwa Northam Boulevard Shopping Centre mengganti atap parkir mobil dengan PLTS yang berkapasitas 910 kW.

Northam Boulevard Shopping Centre sendiri dimiliki oleh Padaman Group yang salah satu anak perusahaannya adalah  Perdaman Advanced Energy yang mengerjakan renovasi dari lahan parkir tersebut.

Chairman Padaman Group, Vikas Rambal, menyampaikan bahwa perusahaan mereka juga akan fokus pada investasi di pembangkit listrik energi terbarukan di Australia Barat. "Pemasangan atap parkir dengan modul surya ini akan menghasilkan listrik lebih dari 1 Juta kWh setiap tahunnya atau setara 40% kebutuhan  pusat perbelanjaan ini. Lahan Parkir yang baru ini memberikan area tertutup yang cukup bagi mobil pengunjung tetapi juga mengubah lahan kosong ini menjadi lebih produktif. 

Dilaporkan bahwa Padaman Group menghabiskan 15 juta Dolar Australia atau setara 150 miliyar rupiah untuk merenovasi Northam Boulevard Shopping Centre  secara keseluruhan.

Potensi PLTS rooftoop di Indonesia sebenarnya sangatlah besar terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, yang patut ditunggu adalah regulasi mengenai PLTS Rooftop dan skema bisnis yang tepat antara pemilik dengan PLN sebagai pembeli listrik dari pembangkit satu-satunya di Indonesia. 

sumber berita dan sumber foto : https://onestepoffthegrid.com.au/wa-shopping-centre-cuts-grid-power-40-solar-car-park/?utm_content=buffer24513&utm_medium=social&utm_source=twitter.com&utm_campaign=buffer
Read More

Monday, May 15, 2017

MEMBANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ENERGI TERBARUKAN DENGAN SKEMA KERJASAMA PEMERINTAH DAN BADAN (KPBU)

May 15, 2017 0
Pemerintah Kota Tanggerang, melalui Walikota nya, Arief Rachadiono Wismansyah menyampaikan mengusulkan kepada Menteri Keuangan agar memasukan  proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Tanggerang sebagai salah satu dari 7 proyek pembangunan infrastruktur di daerahnya dengan skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU).

Masing-masing daerah memiliki satu proyek infrastruktur prioritas yang diusulkan untuk dibangun. Sri Mulyani pun memberikan dukungan kelayakan berupa pembiayaan secara tunai atas sebagian konstruksi dan penjaminan risiko politik atas kewajiban keuangan penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK).

"Jadi, bagaimana mengatasi masalah-masalah yang ada dengan melakukan inovasi dalam hal pembiayaan, sehingga tidak sepenuhnya membebani APBN dan APBD," ujar Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/5/2017).(detik.com 13 May 2017)

Dengan jaminan dukungan dari Kementerian Keuangan tersebut, diharapkan pembangunan pembangkit listrik dari enegi terbarukan ini dapat berjalan baik dan berkontribusi pada bauran energi terbarukan.

Pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan (PLT EBT) dapat dibangun dalam beberapa skema keuangan dengan tujuan yang berbeda. Pembangunan PLT EBT bisa menggunakan APBN 100% sebagai salah bentuk kewajiban pemerintah untuk memberi listrik bagi rakyatnya. Skema ke 2 yaitu swasta murni, dimana PLT EBT dibangun oleh pihak swasta dan bertujuan dengan PLT EBT tersebut sang perusahaan mendapatkan keuntungan. Skema lainnya yaitu skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU), dengan skema tersebut, tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur semata namun pembangunan kualitas SDM turut tumbuh. Kami akan membahas lebih detail tentang skema KPBU bagi Proyek PLT EBT di lain kesempatan.

Sumber:
Read More

Tuesday, May 9, 2017

INDIA MENCARI DANA PENSIUN DUNIA UNTUK MEMBIAYAI PROYEK PLTS MEREKA

May 09, 2017 0
Sebagai negara yang sangat getol dalam penggunaan pembangkit listrik tenaga surya di dunia, Pemenrintah India, melalui Perdana Menteri Narendra Modi, menargetkan pendanaan sebesar 100 Miliyar Dolar AS dalam lima tahun ke depan. Dana sebesar tersebut akan digunakan untuk membangun 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya di India seperti yang dijanjikan Pemerintah India dalam The Jawaharlal Nehru National Solar Mission.

Dana 100 Miliyar Dolar AS tersebut diharapkan didapat dari long-term returns on green investments dengan suku bunga dan parameter menarik lainnya. Laman berita reuters.com melaporkan bahwa beberapa pengelola dana pensiun di dunia tertarik untuk berinvestasi dengan paket green investments pada industri pembangkit listrik tenaga surya di India. 

Menurut Investments Guru mereka, pasar  industri pembangkit listrik tenaga surya di India sangatlah menarik dan potensial. Pemerintah India memiliki target besar dan jelas serta ditolong oleh harga bahan baku untuk modul surya yang terus-terus turun.

Beberapa dana pensiun yang siap berinvestasi di industri pembangkit listrik tenaga surya di India antara lain Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB), Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), and Ontario Teacher's Pension Plan (OTPP). Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ) sendiri telah berinvestasi telah berkomitmen pada beberapa proyek PLTS yang sudah in the pipeline dengan kapasitas 1000 MW.

Tidak hanya dana pensiun dari Kanada, beberapa investor seperti as Dutch fund manager APG, Canada's Brookfield Asset Management, the private equity arms of Goldman Sachs, JPMorgan and Morgan Stanley, and European utilities EDF, Engie and Enel juga menyatakan ketertarikan mereka.

Iklim investasi di bidang energi terbarukan  terutama tenaga surya memang dijaga sangat baik oleh Pemerintah India sehinga investor luar negeri merasa sangat nyaman berinvestasi di India. Pemerintah Indonesia harus dapat belajar banyak dengan keberhasilan Pemerintah India ini.


Read More

Monday, May 8, 2017

85% Listrik Dari Energi Terbarukan di Jerman Pada #MayDay 2017

May 08, 2017 0
Sebuah laporan dari laman cleantechnica.com bahwa pada libur panjang akhir pekan #MayDay 2017 yang lalu, konsumen listrik di Jerman menggunakan listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan 85% dari total konsumsi pada akhir pekan tersebut. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, Pembangkit Listrik Tenaga Tenaga Surya, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.



Patrick Graichen dari Agora Energiewende Initiative mengatakan "Banyak dari PLTU yang tidak aktif pada 30 April tersebut, secara keseluruhan di Jerman, porsi pembangkit listrik dari energi terbarukan saat itu mencapai 85%. Bahkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir juga sangat berkurang"

Dia juga menambahkan  bahwa yang terjadi di Jerman pada akhir pekan yang digunakan para buruh untuk memperingati perjuangan mereka dalam mendapatkan hak-hak mereka adalah kondisi normal di Jerman sehingga langkah Jerman untuk phase out dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir merupakan langkah dengan solusi yang tepat. 

Jerman merupakan salah satu negara terbaik di Bumi saat ini dalam hal penggunaan energi baru terbarukan. Mereka telah mulai menyadari tidak dapat bertumpu pada energi fosil dan harus menggunakan energi bersih dan terbarukan sejak dekan 1990an. Dengan semangar #EnergieWende atau Revolusi Energi, Republik Federal Jerman menyusun kerangka kebijakan yang sangat rapi dan baik sehingga mereka dapat memanfaatkan Energi Terbarukan sebagai tulang punggung mereka. 

sumber: https://cleantechnica.com/2017/05/08/germany-breaks-solar-record-gets-85-electricity-renewables/
Read More

Thursday, May 4, 2017

"Subsidi Listrik Tetap Diberikan Kepada Masyarakat Tidak Mampu" - Kementerian ESDM

May 04, 2017 0
Kementerian ESDM melansir pernyataan resmi pemerintah menanggapi isu kenaikan harga tarif dasar listrik yang telah berkembang di media sosial maupun di kanal berita. "Pelanggan 450 VA dan 900 VA yang tidak mampu tetap menerima subsidi 100%. Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah membuat subsidi listrik menjadi tepat sasaran, bukan menambah beban masyarakat. Subsidi hanya diberikan kepada masyarakat tidak mampu yang memang perlu dibantu," ungkap Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM, Sujatmiko, di Jakarta, Senin (1/5). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tarif listrik untuk masyarakat tidak mampu, tetap disubsidi dan tidak naik pada 1 Mei 2017. Sebanyak 4,1 juta pelanggan listrik rumah tangga 900 VA yang tidak mampu tidak mengalami kenaikan tarif dan tetap disubsidi. Demikian halnya dengan 27 juta pelanggan listrik rumah tangga 450 VA juga tidak mengalami kenaikan. Rumah tangga tidak mampu tersebut menikmati tarif listrik bersubsidi dengan membayar sekitar Rp 605/kWh untuk golongan 900 VA dan Rp 415/kWh untuk golongan 450 VA.

Langkah ini diambil pemerintah setelah data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan hasil verifikasi PLN menunjukan hanya 4,1 juta pelanggan listrik rumah tangga 900 VA yang layak disubsidi. Sehingga terdapat sekitar 19 juta pelanggan dari total 23,1 juta pelanggan listrik rumah tangga 900 VA yang tidak layak disubsidi dan mengalami penyesuaian tarif. Penyesuaian tarif listrik golongan rumah tangga 900 VA secara bertahap tiap 2 bulan menuju tarif keekonomian. Penyesuaian tarif listrik ini tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Berdasarkan aturan tersebut, penyesuaian tarif akan terjadi pada 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017, dengan perubahan sekitar 30% pada setiap tahapnya. Tarif listrik rumah tangga 900 VA rumah tangga mampu per 1 Januari 2017 disesuaikan menjadi Rp 791/kWh. Kemudian pada 1 Maret 2017 disesuaikan lagi menjadi Rp 1.034/kWh. Terakhir pada 1 Mei 2017 disesuaikan lagi dari Rp 1.034/kWh menjadi Rp 1.352/kWh.

Namun, sebagian masyarakat di dunia maya atau lebih dikenal dengan sebutan Netizen memprotes kenaikan harga listrik yang merupakan akibat dari pencabutan subsidi kepada salah satu golongan pelanggan PLN seperti pada laman https://www.harianpublik.com/2017/04/listrik-mencekik-tarif-naik-100-dalam-7.html. 

Apapun itu kebijakannya, Pemerintah wajib memutuskan dan melaksanakannya demi kebaikan kemaslahatan warganya.

Sumber : https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/subsidi-listrik-tetap-diberikan-kepada-masyarakat-tidak-mampu


Read More

ads2